Sudah pagi, kawan
Malam ini pertama kalinya kita berhasil melupakan
Soal gaji kecil kita
dan para penjilat busuk di kantor itu
Karena kemarin timnas menang 4-3
Inilah obat
yang selama ini kita cari-cari
Sebab kita sengaja selalu tak lekas pulang ke rumah
Karena ada presiden yang gemar curhat di televisi
Lengkap berikut tagihan listrik dan angsuran motor
Yang senantiasa muncul sebagai penunggu rumah kita.
Sayang Boas tak mencetak gol
Sayang Bachdim tak jadi dimainkan
Karena boleh jadi Turkmenistan akan kembali ke negaranya sebagai Truk Mie Instan
Dan tidur kita akan kian nyenyak
Senyenyak tidur Anas, yang sementara aman dari serangan rindu mantan bendaharanya.
Markiman; Mari kita mandi, kawan!
Telat sedikit lagi KRL akan menjelma bagai kaleng sardencis
: kita matang dan menumpuk di dalamnya!
Aku akan keramas-mengeramasi kepalaku sekeji mungkin
Supaya pikiran-pikiran kotor di kepala ini hilang
Juga gadis berlensa kontak biru itu pergi menjauh
Semoga kelak timnas akan menang lagi
Sebab esok presiden pasti akan curhat lagi
Sebab esok, hutang-hutang masih akan meneror kembali.