Tagged with fiksimini

Pengumpul Rahasia

Engkau pengumpul rahasia. Sorot matamu selalu tak pernah lebih dari langit ragu. Mendung yang tak tahu hendak menjelma sebagai cerah, atau beranjak pada hujan saja.

Tuturmu cahaya. Menyisipi terang pada pekat meja kerjaku. Penatku berjatuhan, meleleh bak sebatang es krim yang terlalu lama dibiarkan. Ruanganku bertembok dingin. Tak lekas hangat tanpa secangkir kopi. Tetapi dari caramu mengatakan sedikit rahasia, kopi menjadi semakin sering kuabaikan.

Waktuku terlalu pendek, tetapi selalu bisa untuk kau singgahi kapan saja. Kita bisa menjelajahi kereta demi kereta, mencari pengamen kecil yang sanggup memancing tawamu-bahagiaku.

Engkau pengumpul rahasia. Di sebuah taksi yang kita tumpangi sore itu, kabinnya mendadak terasa lapang karena kisahmu. Cerita yang menarik gerimis untuk menguping pembicaraan kita dari balik jendela. Atau mungkin mereka memang sengaja membuntutimu, tertarik pada sandal jepit yang tengah kau pakai.

Tetapi tahukah engkau, dari setiap caraku memperhatikanmu kala itu, selalu ingin taksi ini tak pernah sampai pada tujuan kita.

Tagged
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 104 other followers