Cerita Teruntuk Bunda

Bertukar cerita dengan ibunda, ibarat secangkir teh di sore hari, ialah kemewahan kecil dalam hidup, yang senantiasa bisa kita jangkaui. Kepadanya lah cinta yang pertama kali kita mengerti, rela kita beri. Di hadapnya lah pertama kali kita ingin berlindung dari ketidak pastian. Rumah pertama kali yang selalu kita ingat untuk kembali. Jalan yang tak pernah lelah kita telusuri.

Kepada engkau yang tersesat sampai ke sini, sampaikanlah kepada bundaku, bahwasannya soreku telah lama tiada. Dan kemewahan kecil telah menjelma jadi semesta yang tak bisa lagi kujangkau. Tetapi aku masih menyimpan ceritaku untuknya. Cerita yang selalu saja ingin kutukar dengan ceritanya.

Namun tak bisa.

Advertisement
Tagged

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.