O, Cheryl
kabar buruk mana lagi yang hendak kau suguhi?
sementara bibir pada cangkirku terlalu pipih
tak cukup besar mewadahi kopi yang kugadang sebagai obat penenang
Tahukah engkau kala kuhirup ‘Selamat Pagi’-mu panjang sekali
ingatanku mendadak putus
lupa pada busuk negeri kita
juga soal presiden yang mirip banci
Ah, mengapa gadis secantik engkau mesti jadi pembawa berita
bukan novelis atau perancang busana saja?
aku gila di pagi hari oleh kata-katamu yang tidak bisa kucerna
sekuat bius kuliah statistika, akal sehatku buyar karenamu
O, Cheryl.
Ada ribuan pasang mata yang geram hatinya
tiap kali kau telanjangi borok serta topengnya pelan-pelan
tak bisakah kau berhenti di sini saja?
sebelum gerak-gerikmu di awasi
Atau barangkali kau sengaja membiarkan bahaya itu menguntitmu,
supaya aku cemas karenamu
tak lekas tergesa menyeruput kopi sebelum melihat wajahmu?
pagi juga, lagi ntn mbak cheryl tanzil juga neeh di metro TV